KUBERI NAMA SI BELANG
Siang itu mendung terus mengikuti kupercepat jalanku mungkin agak lari tiba di depan pintu "Assalamu'alaikum, " Kuucapkan salam, dari ruang tengah kudengar bundaku, "wa'alaikum salam nak, ayo ganti bajumu dan cuci tangan kakimu dan lekaslah makan, nak," kata bundaku. Kumelangkah ke ruang belakang untuk ganti baju dan cuci tangan di bawah kaki meja ada empat kucing yang sedang bercengkerama kuamati warna kucing itu sungguh indah.
Tetiba ada seseorang masuk keruangan asing ini aku berempat takut dan aku hanya mampu berbisik pada adikku si putih,si kuning, si bolang kecil," seandanya nanti anak itu menjahati, kita lari sekencang - kencangnya ya dik."kataku
memperjelas. "Kakak aku setuju usulan kakak dan kita cari orang tua kita, aku takut di rumah orang itu," kata si Bolang merenggek.
Tangan anak si tuan rumah ini ternyata halus dan ramah menyapa kami, digendongnya kami berempat diajak main diberi roti dan susu.
Tak berselang lama, "Hamid,ayo makan dulu nanti main - main lagi dengan kucing pemberian mas Ari," ajak bunda yang telah menyiapkan makan siangku, ku elus satu persatu kucing mungilku itu dan kubisikkan ke telinganya nyanyian kesukaanku garuda pancasila, sambil ku letakkan ke tempat kardus segi empat bekas tempat air minum aquase. "Kucingku kamu semua kuberi nama Si Belang 1, Si Belang 2, Si Belang 3 dan Si belang 4, kamu minum susumu itu aku mau makan ya kucingku." kataku dengan senang hati
Rasa bahagia kami berempat kami diperlakukan baik dan tanpa terasa adikku tertidur dan tak lama angin sore seperti belaian ibuku membuatku terlena tertidur dengan belaian kasih Hamid sekeluarga telah kurasakan.

Hebat Bunda
ReplyDeleteBagus sekali kucingnya.lucu lucu
ReplyDelete