MENGENGGAM IMPIAN

 Menggenggam Impian

  Oleh : Dra. Dyah Dhomi Eko W

             Di depan gerbang sekolah SMA terfavorit di daerahku mulai kulangkahkan kaki menyambut mentari yang tersenyum simpul mengintip dari sela dedaunan taman sekolahku, terselip gelak tawa dan tapak sepatu berebut menuju ruangan kelas IPA 5, terkenal disiplin dan siswanya mecing di segala umum mapel. Juara selalu di borong kelasku. Hal itu yang membuat semua guru angkat topi dengan kepiwaian kami melahap semua pelajaran yang disajikan oleh semua guru mapel. Hari ini bu Tanti membagi tugas bahasa indonesia di lembaran kertas warna biru, soalnya masyaallah sulit.

          " Ifa, sudah selesai, kok melamun ?" Tanya bu Tanti.                        " Hampir selesai bu," jawabku.Segera ku selesaikan agar tidak terbebani karena hari ini waktunya membelikan obat untuk ibu. Siang ini kugayuh sepeda buntutku perlahan karena obat sudah ada ditangan, hanya aku bingung setelah ini aku kuliah dimana ya, pertanyaan yang selalu ada di pikiran dan hatiku. Orang tuaku apa mampu menguliahkan aku tapi seperti biasanya aku memastikan diri bahwa orang tuaku mengerti kemauanku. Ternyata itu terbukti saat kuliah aku diterima di Universitas Negeri Jember fakultas Kedokteran.

            Pintu pagar rumahku terbuka, tidak terasa telah tiba di depan pintu rumahku penuh kenangan teristimewa tersebar kasih sayang tulus dari penghuninya." Assalammualaikum bunda, "Salamku seperti dulu dengan suara keras dari dalam kudengar suara lembut ibu membalas salamku,        "wassalammualaikum, anakku cah ayu datang to, ayo masuk nduk," balas bundaku." Walah cah ayu, kok nggak kabar - kabar dulu to," tanya bunda kucium tangan dan pipi bunda yang mulai mengeriput dan bisikkan kalimat penyejuk, " bunda mulai hari ini ifa bertugas di Puskesmas di desa Purwoharjo bun, untuk membesarkan puskesmas di desa ini, dan bisa nemani bunda," jelasku pada bundaku.Alhamdilillah aku Afifa anak desa bisa membuktikan bisa mengenggam impian di tangan sebagai Dokter desa.Semoga bisa amanah.

Comments

  1. senang baca tulisannya bunda, mengalir bagai air sungai menuju ke laut. Teruslah menulis agar banyak orang mengenal dirimu.

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Maaf ada sedikit typo di komentar sebelumnya 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
    Harusnya berbunyi: Senang membacanya. Menghantarkan pada kenangan beberapa tahun yang lalu. 👍👍👍😍😍

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

SOBAT SEMPADA Kamis,15 Mei 2025

Manfaat Buah Telang

KUAS KASIHMU