SENYUM DI NAUNGAN FIRDES
Senyum di Naungan Virdes
Oleh : Dra. Dyah Dhomi Eko W
๐๐
Ada suara bening, nyanyian osing dari bibir mungil si Firda Alif mengiringi denting seduhan senduk di gelas ini kuracik antara teh, susu murni, gula dan madu,banyak orang menyebut Teh Tarik kutata satu, dua dan tiga gelas sesaat teringat kemarin saat tamu dari Bali memberitahu sudah di Banyuwangi.
Ternyata beliaunya masih sembayang dulu di pura Agung masih pekat tertulis di rasaku bagaimana gundahnya saat semua harus siap dan semua sudah ada di bayang rasaku.. ...ah aku harus bagaimana tapi kuingat Allah selalu ada didekatku di darahku Allahu akbar pasti semua bisa kulakukan .
Malam itu dengan langkah tertatih kubawa sepeda mungilku untuk menunggu di Benculuk begitu anjuran bapak Mashudi sebagai ketua MGMP Bahasa Indonesia Kab.Banyuwangi, malam menyambutku dengan bisikan semilir angin dingin dan sepi.
Tamuku mengagetkanku tepat pukul 22.10 di depan toko Oppo waduh terlelap bentar rupanya diriku..ho....ho..ho terlena diriku malu rasanya.
Kusalami satu persatu heeemmmm mereka tampak gagah dengan baju putih mereka, hanya pak Artika yang berbaju hitam bergaris putih yang membuatku tersipu karena pak Artika waktu di telpon selalu kusebut ibu artika dan yang menjawab telponku seharian ternyata isteri bapak made aduh malu yang keberapa nih...nggak ketulungan deh.
Menuju virdes sepanjang perjalanan ku terdiam memandu tamu dengan pikiran berkecamuk kamar sudah kami siapkan ada dua tempat yang siap huni rernyata dipilih yang paling utara bangunan Mojopahitan sungguh elok dan menawan seperti di kraton buleleng dan mojopahit begitu komen tamu, disangka bu dyah dhomi pemilik rumah anggun yang memikat ini. Kujelaskan pada beliau kalau rumah indah nan elok ini kepunyaan pasangan bapak Suyadi dan bu hj.Dewi Retno.
Pukul 12.35 kupersilahkan untuk istirahat dan kutemani dengan 6 cangkir kopi yang nikmat.
Pamit merupakan kata yang tepat untuk menina bobokan tamuku menikmati nuansa jawa di tanah brang elor tanah minak Blambangan.
Kuberharap pelatihan bisa berjalan lancar dengan semangat 45.Tak terasa ada colekan dibahuku lembut ooh..suamiku baru datang dengan senyum tulus kupersembahkan teh tarik dan kusiapkan keperluan suamiku yang baru datang dari Bali. Kutersenyum sendiri saat kenangan itu muncul lagi
Serrrr.....Mantab Bu Dyah
ReplyDelete