TIDAK MEMBICARAKAN KEJELEKKAN ORANG LAIN
TIDAK MEMBICARAKAN KEJELEKKAN ORANG LAIN
Oleh Dra. Dyah Dhomi Eko W
Pagi ini selesai shalat subuh tak lama bapak memberi siraman rohani dan membaca Alqur' an untuk bekal menata hidup di jalan Allah, semua itu pijar lentera mempertebal iman islam kami sekeluarga, turun dari mushola aku menyapu halaman dan lantai rumah dari depan sampai belakang bersih langsung ke dapur dan Akupun membantu Ibu masak tak terasa kami telah menyelesaikan pekerjaan rumah alhamdulillah.
Kulihat dengan tak berkedip wajah Arief. Meyakinkan apa yang kudengar, apakah benar, atau salah.
“Mengapa menatap aku seperti itu?” tanya Arief.
“Kamu bicara apa? Kamu sadar apa yang kamu katakan?”
“Tentu saja aku sadar.” Jawab Arief.
"Coba ingat-ingat perkataanmu itu pantaskah diucapkan seorang putra ustadz yang perpendidikan tinggi di bidang agama islam?" kuperjelas perkataanku agar Arief mengerti kesalahan ucapannya.
"Arief ingat, jangan diulangi untuk membicarakan kejelekan orang lain ya? kejelekan yang pernah kamu lihat, jangan kamu qibahkan tapi berilah nasehat atau solusinya pada temanmu itu."
Terlihat Arief merasa bersalah dengan perkataannya, Arief berjanji tidak mengulangi membicarakan kejelekan orang lain.
Comments
Post a Comment