SANG MANIK PEMIKAT CINTA
SANG MANIK PEMIKAT CINTA
Ada rindu tentangmu
menyelinap halus setiap helaan napas
Begitu halus namun terasa mengikat rasa
Gelitik hati tak dapat dipahami
menyelinap begitu saja
Mengingatkan akan senyum yang 'tak lekang
Tawa lepas menghias ruang hati yang tak pernah lepas merangkul mirah buah hati
Ia muncul dalam hening
menghidupkan kenangan
Suatu saat rindu pemenangnya
Seperti alunan nada yang memanggil pulang
Sepenggal kenangan hadir
perlahan mendekap hati
Meninggalkan jejak di titi masa
sekadar untuk kembali
merasakan getar yang sama
Bayangmu datang dalam setiap sela
Membawa rindu yang tak pernah pergi menggenggam erat tanpa bisa dilepas
Banyuwangi, Februari 2026
Comments
Post a Comment